Tuesday, June 29, 2010

Rindu Hujan

Dan seperti hujan sore ini
Kau datang dengan menggebu
Dan pergi begitu saja
Tanpa mengacuhkan jejak yang kau tinggal
Di hati…..

Hanya tetes air
Di pucuk pohon itu
Yang menandai
Hadirmu di sini…

Akankah engkau kembali???

Saturday, June 12, 2010

Menggugat hujan

Ketika rindu bergejolak dalam dada…

aku tidak tahu....

siapa yang harus ku gugat…

hujan yang mendendangkan simfoni rindu…

malam yang menyusupkan sepi…

ataukah….

engkau yang menaburkan cinta?

Thursday, June 10, 2010

Engkau hidupku..

Engkau bertanya…

apa yang telah engkau berikan padaku…

Engkau memberi ku kehidupan…

Engkau mengalir bersama darah ku…

Engkau berdetak bersama jantung ku…

Bagaimana mungkin aku hidup,

tanpa aliran darah dan detak jantung?


*Rockwell, saat insomnia menyerang*

Monday, June 7, 2010

Sulitnya Bersyukur


Liburan Natal tahun 2007 aku mengunjungi orang tua angkat ketika ikut program pertukaran pelajar AFS 13 tahun silam. Mereka tinggal di sebuah kota kecil yang indah bernama Benalla, sekitar 3 jam naik kereta dari Melbourne. Kota itu sudah banyak berkembang dari yang aku ingat, namun orang-orang yang tinggal disitu masih tetap ramah dan Alhamdulillah masih banyak yang mengingatku walaupun sebagai Little Dhena atau Pocahontas (karena dulu rambutku selalu dikepang dua seperti anak suku Indian).

Pada suatu hari ketika aku makan siang dengan Ibby, salah seorang teman sekolah dulu, aku melihat bayangan seseorang yang ku kenal berjalan depan café. Dia adalah Astrid, seorang teman dari Norwegia yang dulu juga seorang siswa pertukaran. Dengan gembira saya berteriak dan serta merta berlari memeluknya. Ibby tidak mengenalnya tapi itu bukanlah hal yang aneh.

Pada malam Natal, keluarga angkat ku mengadakan acara BBQ dan mengundang teman dan kerabat. Astrid dan keluarga angkatnya juga datang. Di bawah langit malam musim panas yang indah, aku dan Astrid mengobrol panjang lebar tentang masa-masa kami sekolah di kota itu. Masa-masa sulit kami ketika beradaptasi, kekonyolan dan hal-hal bodoh yang kami lakukan dulu. Semua dikenang dengan indah.

Hingga akhirnya Astrid mengatakan betapa dia sangat cemburu padaku di café tadi siang. Pada awalnya aku menduga Astrid cemburu karena dia mencintai Ibby. Ternyata dia cemburu karena orang-orang di kota itu masih banyak yang mengenalku, teman-teman SMA kami pun memperlakukan aku sebagai salah satu dari mereka. Sementara tidak seorang pun ingat Astrid, gadis pirang dari Norwegia.

Aku terdiam, hal seperti ini tidak terbayangkan olehku sebagai hal yang penting.

Astrid kemudian mengungkapkan bahwa ketika kami SMA, dia begitu iri padaku karena memiliki banyak teman dan selalu ceria. Dia merasa tidak memiliki seorang pun dan dia tidak pede dengan badannya yang besar (menurutku sih badannya ideal untuk ukuran bule).

Dia tidak tahu bahwa aku pun dulu sangat iri padanya. Iri pada warna kulit dan rambutnya yang membuat dia cepat berbaur dengan orang Australia. Iri pada kemampuan bahasa Inggrisnya yang membuat semua orang mengerti apa yang diucapkannya. Iri pada kekayaannya yang membuat dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan.

Robbi…ternyata aku sangat tidak bersyukur. Sama dengan sebagian orang di dunia ini, aku masih merasa rumput tetangga lebih hijau. Aku terlalu sibuk iri terhadap nikmat orang lain daripada mensyukuri nikmat yang Engkau limpahkan padaku. Seandainya aku lebih bijak sedikit, tentu aku akan merasa lebih beruntung dari Astrid, gadis pirang dari Norwegia.

Ya Rahim…lindungilah aku dari sikap dan sifat mendzolimi diri sendiri…

Sunday, June 6, 2010

Terlambat sudah...

Bukankah sudah ku katakan padamu, kawan…

 Jangan terjerumus pada romantisme cinta semu

Yang membahagiakan mu sesaat

Kemudian….

Mendera dengan derita tak berkesudahan…

 

Cintailah sang Pemilik Cinta..

Dia tidak akan pernah…

membuatmu patah hati…

 

Ah… sudahlah….

terlambat ku ingatkan engkau….

Thursday, June 3, 2010

Setan pun Tobat

Maha Kuasa Dia
Yang telah menciptakan engkau
Dalam sebaik-baik bentuk…

Maha Penyayang Dia
Yang telah membaguskan akhlak mu
Seelok rupa yang tampak…

Malam pun bergetar
Mendengar hikmah terucap dari bibir mu

Setan pun menyerah
Mendapatimu tak tergoyahkan….